Berita

Antisipasi Ancaman Bencana, BPBD Babel Gelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Rawan Bencana

PANGKALPINANG - Meningkatnya intensitas bencana di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov. Kep. Babel) mengharuskan penanggulangan bencana dilakukan secara terkoordinasi dan terencana di jajaran lintas pemerintah dan lintas sektor.

Sebagai upaya membangun kesamaan langkah dalam penanganan penanggulangan bencana secara terpadu dan komprehensif, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kep. Babel melaksanakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Rawan Bencana yang dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Babel diwakili Asisten Administrasi Umum Setda. Babel Yunan Helmi di Hotel Grand Safran Pangkalpinang, Rabu (15/5/24).

Dalam sambutannya, Asisten Yunan mengatakan bahwa salah satu program prioritas pembangunan nasional tahun 2020 - 2024 adalah penanggulangan bencana, yakni dengan membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, serta perubahan iklim.

"Penanggulangan bencana di Prov. Kep. Babel masuk dalam agenda RPJMD Tahun 2019 - 2024, yaitu memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup, meningkatkan perbaikan pengelolaan sumber daya alam, serta penataan ruang," tambahnya.

Ia juga mengatakan, kebijakan perencanaan program BNPB dalam penanggulangan bencana di Indonesia sepatutnya diterapkan pula oleh BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, maupun BPBD Kota se-Kep. Babel.

"Program prioritas kegiatan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana di kabupaten dan kota se-Kep. Babel berpedoman pada RPJMD Provinsi dan Renstra BPBD Babel yang disinergikan dengan program/kegiatan BNPB serta lintas sektor," sambungnya.

Asisten Yunan berharap, sosialisasi yang dilaksanakan hari ini dapat memperluas wawasan serta menambah pengetahuan bagi peserta terkait kebencanaan.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Babel Mikron Antariksa dalam laporannya menyebutkan, bencana yang sering terjadi di wilayah Babel adalah bencana hidrometeorologi. Yaitu, bencana terkait cuaca dan iklim akibat perubahan atmosfer dan juga adanya suhu yang panas.

"Hal-hal semacam ini seharusnya dapat dikenali dan diantisipasi. Termasuk diantaranya, ancaman-ancaman yang akan timbul sehingga seminimal mungkin dapat mengurangi resikonya. Salah satunya adalah dengan memberikan informasi yang jelas dan benar kepada masyarakat dengan melibatkan peran serta media yang ikut menyaring berita-berita terkait bencana sebelum di-sharing ke publik," paparnya.

Sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan narasumber dari Stasiun Meteorologi Pangkalpinang, BPBD Babel dan Kota Pangkalpinang, Dinkes Babel, DPKP Babel, DLHK Babel dan Konten Kreator Muda Pangkalpinang dengan peserta Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kep. Babel.

Sumber: 
Biro Umum
Penulis: 
Syahrial
Fotografer: 
Syahrial
Editor: 
Dini
Bidang Informasi: 
Biro Umum