PANGKALPINANG - Di tengah era digitalisasi yang berkembang pesat dan menawarkan berbagai kemudahan, kegiatan Capacity Building yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov. Kep. Babel) dalam rangka mendorong elektronifikasi pemerintah daerah, menjadi penting untuk diikuti.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Yani mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Babel Safrizal ZA, saat membuka acara Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kerja Prov. Kep. Babel Tahun 2024, di Kantor Perwakilan BI Prov. Kep. Babel Air Itam, Pangkalpinang, Rabu (24/4/24).
"Capacity Building penting untuk kita ikuti. TP2DD ini pun sudah lama didengungkan, hanya saja baru hari ini kita melakukan capacity building, yang istilah umumnya adalah belajar. Seperti disebutkan Pak Romi tentang istilah ATM yakni, ambil, tiru, dan modifikasi," jelasnya.
Menurut Asisten Ahmad Yani, jika sesuatu itu sudah ada, kita hanya perlu mengambil serta memodifikasinya sesuai dengan keadaan kita, daerah kita, provinsi kita, ataupun kabupaten kota kita masing-masing.
Sehingga, kita tidak boleh berhenti belajar dan mengikuti capacity building. Karena jika tidak, hal ini mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang pemanfaatan teknologinya rendah di dunia.
"Jangan sampai dari segi teknologi, Indonesia hanya dijadikan pasar saja oleh industri-industri besar dunia, dijadikan user atau buyer, dan bukan sebagai negara produsen," ungkapnya.
Oleh sebab itu, untuk menjaga ketahanan teknologi keuangan ataupun neraca perdagangan kita, salah satunya melalui TP2DD. Dimana Bangka Tengah melalui program Kartu Kredit Indonesia (KKI), menjadi kabupaten yang sudah terlebih dahulu siap dan telah mempraktekkannya.
"Penggunaan cashless payment pada tiap transaksi, misal KKI, Qris, e-toll, dan lainnya, membuat uang yang beredar di Bangka Belitung minimal berkurang. Semakin banyak uang yang beredar di tangan masyarakat, maka angka inflasi akan sulit dikendalikan," ujarnya.
Saat ini, tingkat inflasi di Bangka Belitung menjadi nomor dua terendah di Indonesia, namun harga bawang tertinggi di regional Sumatera, terutama di Belitung.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Babel Rommy Sariu Tamawiwy menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil laporan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), seluruh wilayah Prov. Kep. Babel telah berhasil mempertahankan indeksnya di tahap digital, dimana hal ini menggambarkan bahwa seluruh Pemda telah memanfaatkan kanal pembayaran digital, sistem informasi, dan juga integrasinya.
"Kami berharap, agar prestasi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk tetap berada di tahap digital dengan diikuti oleh peningkatan skornya," jelasnya.
Namun menurutnya, tentunya masih terdapat ruang perbaikan yang perlu ditindaklanjuti bersama dan memerlukan dukungan dari masing-masing Kepala Daerah, Pimpinan OPD dan Bank RKUD, tim teknis dan seluruh instansi terkait.
Bank RKUD misalnya, pihaknya mengharapkan dukungan dari Bank RKUD agar melakukan perluasan penyediaan kanal pembayaran digital bagi pajak dan retribusi daerah melalui perluasan kerjasama dengan penyelenggaraan sistem pembayaran lainnya, termasuk e-commerce, QRIS Dinamis, penyediaan virtual account, penggunaan uang elektronik, dan melakukan peningkatan layanan sistem pembayaran milik bank RKUD.
Sedangkan pada sisi belanja, pihak BI mengharapkan agar dapat segera mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI), baik KKI kartu maupun KKI QRIS.
"Optimalisasi implementasi ETPD tidak hanya sekedar memberikan kemudahan bagi masyarakat, namun juga memberikan dampak yang lebih luas," tutupnya.
Kegiatan Capacity Building ini diikuti oleh TP2DD seluruh kabupaten/kota se-Prov. Kep. Babel, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor.








