PANGKALPINANG - Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Soleh, mengapresiasi kegiatan Operasi Lapangan (OL) yang dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur ke Bangka Belitung (Babel), sekaligus dalam rangka mengunjungi tempat ibadah yang ada di Bumi Serumpun Sebalai.
"Kita bersyukur, dengan adanya kunjungan ini, telah menguatkan persaudaraan dan silaturahim antara Provinsi Kalimantan Timur dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Hal itu ia katakan saat mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Kep. Babel Suganda Pandapotan Pasaribu saat bertemu dengan FKUB Provinsi Kalimantan Timur, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Kantor Gubernur Babel, Kamis (19/10/23).
"Dengan kedatangan rombongan FKUB Kalimantan Timur ke sini, berarti mereka bisa melihat keberagaman dan kemajemukan yang ada di Bangka Belitung. Karena seperti kita ketahui, di Bangka Belitung ini dominannya selain Islam, juga agama Budha dan Konghucu, baru kemudian Kristen dan Hindu," ungkapnya lagi.
Akan tetapi dikatakannya, keberagaman yang ada di Bangka Belitung itu tidak pernah menyebabkan konflik, dan ini patut kita syukuri.
"Harapannya dengan kunjungan ini, bisa membuat kita lebih toleran, saling menghormati dan semoga kerukunan pada berbagai keberagaman yang ada di Bangka Belitung dapat terus terjaga," ungkapnya.
Kemudian, ia juga berharap agar FKUB dapat berperan aktif dalam memberikan kedamaian bagi masing-masing agama. Terlebih karena peran FKUB dalam menciptakan suasana kondusif, sekaligus meredam, meluruskan, dan juga mengingatkan akan adanya potensi berita-berita hoax jelang pemilu 2024 nanti.
Hal ini kemudian diamini oleh perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yakni Kabag Bina Mental Spiritual, Ardian. Dirinya mengungkapkan bahwa selain FKUB, kerukunan antar umat beragama juga perlu dibangun atas kerjasama dengan unsur-unsur pemerintah lainnya, seperti Kesbangpol, TNI/Polri, dan Kanwil Urusan Agama.
Dengan harapan, dapat meredam informasi-informasi yang bersifat hoax sebelum dilaksanakannya pemilu tahun 2024 secara serentak.
Sementara Ketua FKUB Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Rasyid, menjelaskan tentang kondisi dan suku-suku yang ada di Kalimantan Timur, dimana sejak dibentuknya FKUB, maka kerukunan di Kalimantan Timur telah terjalin baik dan semakin kondusif.
"Ini juga karena komunikasi yang bagus dengan pemerintah daerah. Dalam hal ini perhatian pemerintah terhadap komunitas agama itu cukup besar. Dari sisi kerukunannya, dapat mengatasi persoalan yang muncul di lingkungan umat," ungkapnya.
Turut hadir dalam acara, Kepala Biro Umum Setda Prov. Kep. Babel Burhanudin, Kepala Biro Kesra Suhaimi, Ketua FKUB Kep. Babel Dr. Subuh, Kanwil Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kepala Bagian Kesra Kabupaten/Kota se-Provinsi Kep. Babel.






