PANGKALPINANG - Menyambut puncak peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2025 mendatang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Kep. Babel) dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), mulai melakukan sejumlah persiapan salah satunya adalah mempersiapkan pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka Tahun 2025.
Terkait hal ini, bertempat di Aula Nata Praja BKPSDMD Babel dilaksanakan pembukaan Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Pusat dan Provinsi yang dibuka oleh Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Eko Kurniawan, Rabu (14/5/25).
Staf Ahli Eko dalam arahannya mengingatkan kepada para calon anggota Paskibraka bahwa mereka adalah putera-puteri terpilih dari sejumlah Sekolah Menengah Atas atau sederajat yang ada di Prov. Kep. Bangka Belitung.
"Kalian adalah kader-kader terbaik dari provinsi ini yang akan mengikuti seleksi calon Paskibraka Tingkat Pusat dan Provinsi Tahun 2025, karena itu, ikutilah seleksi ini dengan serius karena akan menghasilkan sesuatu yang maksimal," ujarnya.
Dikatakan Staf Ahli Eko, hari ini proses seleksi dimulai karena itu peserta diharapkan untuk mempersiapkan mental.
"Selain mempersiapkan mental, peserta juga diharapkan dapat mengikuti seleksi ini dengan baik, jangan takut kalah bersaing karena kalian adalah orang-orang terpilih bahkan sejak dilahirkan," pesannya.
Tak lupa, dirinya mengajak peserta seleksi dan undangan yang hadir untuk membangun bangsa ini dimulai dari mempersiapkan kader penerus berkarakter Pancasila dan UUD 1945 yang dibarengi semangat patriotisme serta nasionalisme demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Diketahui tahun 2025 ini merupakan tahun ketiga Badan Kesbangpol melaksanakan proses seleksi Paskibraka tingkat pusat dan provinsi yang sebelumnya dilaksanakan oleh Dinas Parbudpora.
Seleksi berlangsung mulai tanggal 14 - 18 Mei 2025 dengan peserta adalah hasil dari seleksi terbaik tingkat kabupaten/kota se-Babel. Total peserta sebanyak 56 orang, terdiri dari 28 orang peserta putera dan 28 orang peserta puteri.
Peserta seleksi akan mengikuti sejumlah tes diantaranya tes parade, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), tes kesehatan, PBB dan kepribadian, serta tes kesamaptaan.







