PANGKALPINANG - Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Sholeh mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan dan Sinergitas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana se-Pulau Bangka di Hotel Grand Safran Pangkalpinang, Selasa (12/12/23).
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kep Babel ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi program dan kegiatan antara BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan lintas sektor di wilayah Prov. Kep. Babel.
Dalam sambutannya M. Sholeh mengatakan, penanggulangan bencana termasuk dalam tujuh Program Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2020-2024, yakni membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.
"Penanggulangan bencana juga masuk dalam agenda RPJMD Prov. Kep. Babel Tahun 2019-2024 yaitu memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup, serta meningkatkan perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan penataan ruang," ungkapnya.
Asisten M. Sholeh mengatakan, kejadian bencana di Babel terutama daerah rawan bencana masih sering terjadi, bahkan hingga saat ini belum dapat sepenuhnya meniadakan resiko bencana yang disebabkan oleh kejadian atau peristiwa alam.
"Sehingga, keberadaan BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat dibutuhkan mengingat Babel termasuk daerah rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan juga ulah manusia," sambungnya.
M. Sholeh berpesan, upaya penanggulangan bencana di wilayah Babel harus dilakukan secara terkoordinasi dan terencana pada jajaran lintas pemerintah dan lintas sektor, sehingga terbangun kesamaan langkah dalam penanganan penanggulangan bencana yang terpadu dan komprehensif.
"Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian diundang mengikuti rakor ini untuk secara bersama-sama mengaji dan membahas berbagai kebijakan perencanaan program BNPB dalam penanggulangan bencana yang dapat diterapkan oleh BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Babel di daerahnya masing-masing," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Babel Mikron Antariksa dalam laporannya menyebutkan, bahwa rakor ini dilaksanakan di Pulau Bangka dan Pulau Belitung dengan peserta para penggiat dan unsur terkait dalam kegiatan penanggulangan kebencanaan.
"Rakor ini dilaksanakan setelah beberapa instansi termasuk TNI/Polri menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang ada kaitannya dengan kebencanaan seperti gladi posko, gladi lapangan dan apel kesiapsiagaan sehingga dapat bersinergi sesuai dengan penguatan dan sinergitas penyelenggaraan penanggulangan bencana," jelasnya.
Materi rakor terkait penanggulangan bencana dan penanganannya disampaikan oleh narasumber dari BMKG Pangkalpinang, Dinas PUPR Babel, Dinas Kesehatan Babel, Dinsospmd Babel, Bakuda Babel, Polda Babel, Korem 045/Gaya dan Basarnas Pangkalpinang.






